Batam – dederita temwella Akrab di panggil Dede” Ketua Lembaga perlindungan Konsumen -RI (LPK-RI) provinsi kepri menyampaikan, kepada awak media jum’at 26/08/22 di morning bakery kepri mall batam center satelah tim nya memberikan surat somasi kepada Pt.mandiri tunas finance yang beralamat di Ruko Kara Junction Blok A No. 13 A,
(Simpang Kara ), Batam. Saptu 27 Agustus 2022.
Dedek menjelasakan, awalnya kami selaku pengurs lembaga perlindungan konsumen provensi kepri berniat ingin melakukan mediasi atas permasalahan klien kami atas nama Eliyaman lawolo dengan pihak Pt.mandiri tunas finance untuk mencari solusi atau solutive dari permasalahan yang ada,
Namun dari pihak Pt.mandiri tunas finance tidak bersedia menemui atau menerima kedatangan kami, jadi apa yang selama ini di sampaikan oleh klien kami kalau mereka tidak kooperaktif dan tidak mempunyai etikat baik dalam menjalankan usahanya.
Hal itu jelas melanggar undang undang perlindungan konsumen nomor 8 tahun 1999 pasal 7 yang mengamanatkan antara lain pelaku usaha, harus memiliki itikad baik dalam melakukan kegiatan usahanya serta memberikan informasi yang benar, jelas, dan jujur tentang kondisi produk maupun jasa sekaligus memberi penjelasan penggunaan, perbaikan dan pemeliharaan.
Menurut klien kami kokunikasi yang di lakukan tidak berjalan dengan efektif bahkan anehnya setelah kewajiban pokok sudah di selesaikan hanya tinggal pelunasan bunga dan denda, pihak Pt.mandiri tunas finance terkesan mempermainkan klien kami dengan tidak memberikan BPKB asli bahkan photo coppy nya sehingga klien kami tidak bisa melakukan pembayaran pajak kenderan.
Bukan itu saja dedek menambahkan, ketika klien kami mau meminta photo coppy Bpkb dan ingin meminta keringanan dengan cara mencicil pembayaran bunga dan denda yang di bebankan, mereka selalu mempersulit dengan alasan yang tak masuk akal serta lempar sana lempar sini sehingga klien kami di jadikan bola yang akhirnya memakan waktu lama dan menjadikan bunga semakin membengkak.,”ujarnya.
Perlu saya tegaskan kepada para pelaku usaha finance dan siapapun agar berhati – hati untuk menahan atau menyimpan barang milik orang lain yang bukan hak nya, karna itu adalah perbuatan tindak pidana sebagai mana yang di amanatkan pada pasal 372 KUHP yang berbunyi,
Barang siapa dengan sengaja memiliki dengan melawan hak sesuatu barang yang sama sekali atau sebagiannya termasuk kepunyaan orang lain dan barang itu ada dalam tanganya bukan karena kejahatan, dihukum karena penggelapan, dengan hukuman penjara selama-lamanya 4 (empat) tahun.”tutur Dedek.
Dan Pihak Pt.mandiri tunas finance
Saat di lakukan klarifikasi melalui whatshapp hp selulernya, sampai berita ini di terbitkan belum membalas dan menanggapi klarifikasi yang kami lakukan.”pungkas Dedek.
“(Hafids&Hany).