DLH Bojonegoro Minta EMCL Sosialisasi dan Utamakan Keselamatan Warga

IMG-20220124-WA0071.jpg

BOJONEGORO, rublikanesia.com – Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sudah mendapat laporan dari ExxonMobil Oil Cepu Limited (EMCL) terkait flaring di lapangan Banyu Urip. DLH berharap EMCL melakukan penanganan secepatnya agar masyarakat sekitar menjadi lebih tenang.

Flare membesar di lapangan Banyu Urip, Minggu (23/1/2022) malam. EMCL sendiri sudah melaporkan kejadian ini ke DLH bahwa flaring akibat listrik padam.

Menurut Pejabat Fungsional Pengawas Lingkungan DLH Bojonegoro, Insiyah Watiningsih kejadian flare membesar mendapat perhatian serius. Pihaknya langsung berkoordinasi dengan EMCL. “Saya sudah koordinasi dengan EMCL, dengan Pak Rexy,” terangnya, Senin (24/1/2022).

Menurut dia, DLH berharap pihak EMCL selalu sosialisasi jika ada aktivitas-aktivitas yang berpotensi mengganggu warga. Tujuannya agar aktivitas proyek migas berjalan dan warga sekitar tidak terdampak.

“EMCL harus selalu mengutamakan keselamatan warga,” tegasnya. DLH juga terus melakukan komunikasi untuk mengupdate perkembangan di lapangan.

Sementara itu, Juru Bicara dan Humas EMCL Rexy Mawardijaya mengatakan flare membesar sekitar pukul 23.00 WIB. Penyebabnya adalah Central Processing Facility Banyu Urip mengalami listrik padam.

Selain berakibat pada peningkatan flaring jugaada peningkatan kebisingan dalam jangka pendek di sekitar fasilitas. “Potensi penyebab utama telah diketahui dan perbaikan masih berlangsung,” terangnya.

Rexy menegaskan EMCL berkomitmen bahwa keselamatan dan keamanan masyarakat, pekerja dan lingkungan sekitar selalu menjadi prioritas utama. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

scroll to top