Lubuk Basung Rublikanesia — Pimpinan Bawaslu Provinsi Sumatera Barat memberikan apresiasi terhadap inovasi Kelas Demokrasi yang digagas Bawaslu Kabupaten Agam sebagai langkah nyata memperkuat pendidikan politik dan pengawasan partisipatif bagi generasi muda.
Apresiasi tersebut disampaikan Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas Bawaslu Sumbar, Muhamad Khadafi dalam kegiatan Evaluasi Pengawasan Partisipatif yang digelar secara hybrid, Rabu (13/05).
Program Kelas Demokrasi menyasar pelajar tingkat sekolah menengah yang akan menjadi pemilih pemula pada Pemilu 2029. Melalui program ini, siswa tidak hanya dikenalkan pada demokrasi dan kepemiluan, tetapi juga dibekali pemahaman tentang pentingnya pengawasan partisipatif dalam menjaga kualitas pemilu.
Sejumlah sekolah telah bekerja sama dalam pelaksanaan program tersebut, di antaranya SMA Negeri 2 Lubuk Basung, MAN 5 Agam, dan SLB Negeri 1 Lubuk Basung.

Khadafi menilai, inovasi yang dilakukan Bawaslu Agam patut menjadi contoh bagi daerah lain karena menghadirkan pendidikan demokrasi yang lebih mendalam dan menyentuh langsung kalangan pelajar.
“Pengawasan partisipatif bukan sekadar banyaknya kegiatan, tetapi bagaimana pesan demokrasi benar-benar dipahami masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas Bawaslu Agam, Yuhendra menjelaskan, Kelas Demokrasi kini tidak lagi bersifat seremonial, melainkan telah menjadi ruang pembelajaran yang lebih substansial dengan alokasi waktu khusus sekitar dua jam pelajaran.
Usai jeda Ramadan dan ujian semester, program ini akan kembali dilanjutkan dengan target menjangkau seluruh sekolah di Kabupaten Agam pada tahun 2026.
Melalui Kelas Demokrasi, Bawaslu Agam berharap dapat melahirkan generasi muda yang sadar demokrasi, kritis terhadap proses pemilu, dan aktif menjaga kualitas demokrasi di masa depan.







