SOLOK SELATAN, Rublikanesia— Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Solok Selatan menggelar Puncak Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) 2026, Senin (20/7), sebagai upaya memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengawasi jalannya pemilu.
Kegiatan yang menyasar kader P2P Angkatan 2 Kabupaten Solok Selatan itu dibuka langsung oleh Anggota Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, Muhammad Khadafi. Turut hadir sebagai narasumber Ketua Bawaslu Kabupaten Solok Selatan Zul Nasri, bersama dua anggota lainnya, Nila Puspita dan Haikal.

Dalam sambutannya, Khadafi menekankan bahwa kader pengawas partisipatif merupakan mitra strategis Bawaslu dalam mewujudkan demokrasi yang berintegritas. Ia menilai keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci utama agar setiap tahapan pemilu berjalan jujur, adil, dan demokratis.
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan pengawasan pemilu akan semakin kompleks ke depan. Salah satu sorotannya adalah maraknya penyalahgunaan kecerdasan buatan (AI) yang berpotensi mempercepat penyebaran hoaks di tengah masyarakat jika tidak disikapi dengan kejelian.
Selain isu AI, Khadafi juga menyoroti pergeseran modus politik uang yang kini merambah transaksi digital lewat dompet elektronik (e-wallet), menggantikan pola transaksi tunai yang lebih mudah dilacak. Menurutnya, pergeseran ini menuntut kader pengawas untuk meningkatkan literasi digital agar mampu membaca modus pelanggaran pemilu yang terus berkembang.
Selain sesi pembukaan, rangkaian P2P 2026 turut diisi diskusi interaktif serta post-test untuk mengukur pemahaman peserta terhadap materi kepemiluan dan pengawasan partisipatif yang telah disampaikan.
Melalui program ini, Bawaslu Solok Selatan berharap dapat melahirkan kader pengawas partisipatif yang berintegritas dan siap menjadi mitra aktif dalam mendorong partisipasi masyarakat, sebagai bagian dari persiapan menuju Pemilu 2029 yang lebih bermartabat dan transparan.







